MP2K
MP2K

Multi-Moda Produksi Proyek Konstruksi

Laboratorium Virtual Pengelolaan Produksi di Proyek Konstruksi dan Sains Operasi.

Pengenalan

Apa yang mengalir di proyek? Empat verb produksi: Design, Make, Transport, dan Build. Dari desain ke fabrikasi, pengiriman, hingga pemasangan di workface — semuanya adalah aliran yang harus diatur.

Design

Merancang produk & proses

Make

Membuat di pabrik / yard

Transport

Mengirim ke lokasi

Build

Memasang di workface

Di Project Production Management (PPM), kinerja aliran diatur lewat lima tuas: Product Design, Process Design, Capacity, Inventory, dan Variability.

Product Design dan Process Design datang lebih dulu. Pilihan moda (manual, near-site, far-supply), bentuk elemen struktur, dan urutan kerja menentukan seberapa besar variabilitas yang masuk ke sistem, seberapa ketat kapasitas yang tersedia, dan seberapa banyak inventory yang harus disediakan. Kedua tuas desain ini tidak berdiri di luar kurva — justru harus diarahkan dengan mempertimbangkan hubungan kuantitatif yang terbaca di kurva.

Setelah desain ditetapkan, kinerja operasional terbaca di tiga kurva PPI: CT vs Utilization (Kingman) — capacity & variability; TH vs WIP (Little / operating) — throughput jenuh di rb; CT vs WIP — cycle time naik seiring WIP, dengan W0 dan Wopt sebagai acuan. Ditambah Inventory & Fill Rate untuk stock buffer.

Variability memaksa sistem punya buffer — perlindungan yang bisa berbentuk capacity (utilisasi di bawah 100%), time (slack jadwal / padding lead time), atau stock (WIP, safety stock). Kurva menunjukkan harga masing-masing pilihan.

Setelah memahami kurva, langkah berikutnya adalah Control: kebijakan yang mengatur berapa WIP yang boleh hidup di sistem. Tab Control & CONWIP menjelaskan cara memilih batas itu dari kurva operating WIP–TH–CT.

Modul memakai satu sistem demo yang sama. Angka dan warna oranye mengikuti dari Little → Kingman → CT vs WIP → Inventory → Control.

Sistem demoT0=4rb=2W0=8V=0.50Wopt≈14Little: WIP=8·TH=2·CT=4

Little's Law

Di sistem yang stabil, dua diketahui — yang ketiga wajib berapa?

Rumus

WIP = TH × CT

TH = WIP / CT · CT = WIP / TH — susunan yang sama.

WIP di sistem adalah bentuk inventory buffer. Titik acuan (WIP=8, TH=2, CT=4) = best-case di W0.

Kalau lawannya: WIP turun (TH tetap) — CT harus turun.

Acuan: WIP=8.00 · TH=2.00 · CT=4.00. Pilih satu if-then.

WIP

8.00

TH

2.00

CT

4.00

Titik oranye = operating point (sama di chip sistem). Hollow oranye = acuan sebelum if-then.

Setelah semua skenario dijelajahi (termasuk CT vs WIP + Control), jembatan ke kasus muncul di sini.